Ketika Selamanya Harus Berpisah Dengan Sahabat
Saya baru saja mengalami dua kejadian melibatkan salah seorang terdekat saya dan teman nya di satu minggu. Di satu waktu, salah satu teman beliau meninggal dunia. Mereka sudah tidak pernah bertemu lagi sepuluh tahun yang lalu. Saat beliau menatap foto sang teman di tempat layat, raut wajahnya sangat terlihat sedih. Beliau sengaja menahan air mata jatuh. Saya hanya bisa menggenggam tangan kiri beliau.
Di lain waktu, beliau juga bertemu dengan satu kumpulan anak buahnya kala bekerja di satu bank daerah. Suasana pertemuan antar mereka sangat hangat. Beliau menjamu mereka sangat baik. Sebelum berpisah dengan kumpulan anak buah nya, beliau mengucapkan sepatah dua kata kepada mereka sambil sedikit menitikkan air mata.
Ditinggal pergi oleh sahabat memberi perasaan tersendiri bagi kita. Apalagi bila sang sahabat tinggal di kota berbeda atau ditinggal untuk selama-lama nya.
Perasaan sedih sudah pasti kita rasakan ketika kita harus berpisah dengan orang-orang yang sudah kita anggap seperti sahabat. Kita sudah merasa sangat terbiasa berada di dekat sahabat kita, namun tiba-tiba kita sudah harus menjalani kehidupan yang berbeda.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan?
1. Mulai menerima situasi perpisahan tersebut
1. Situasi harus berpisah dengan sahabat kita dalam jangka waktu lama bukan sesuatu yang bisa kita terima begitu saja. Wajar jika ada perasaan sedih ketika melihat foto-foto kita dan sang sahabat.
Kita tak perlu abaikan apa yang sedang kita rasakan, karena itu sama saja kita sedang menipu diri kita sendiri. Menerima situasi berat seperti ini memudahkan kita untuk perlahan-lahan terima kalau kita dan sahabat kita perlu jalani kehidupan masing-masing.
2. Luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan sahabat
Sebuah hubungan interaksi akan terus berjalan jika ada komunikasi tak terputus dari kedua pihak (kita dan sang sahabat). Interaksi tersebut masih dapat kita jalin dengan sahabat kita sekali pun kita tinggal berjauhan.
Kemajuan teknologi memudahkan kita untuk saling menceritakan keseharian, menonton film atau series secara online, bahkan hanya sekadar menanyakan kabar di saat kita berkomunikasi dengan mereka di waktu luang kita. Usahakan jalinan persahabatan antara kita dan sang sahabat tetap terjalin meski sudah berbeda tempat.
3. Sempatkan kirim hadiah ke sahabat
Bila memungkinkan, memberi hadiah ke sahabat kita dapat sebagai salah satu cara merawat hubungan persahabatan. Tidak perlu hadiah berharga mahal sampai menguras uang kita.Bisa saja sebuah buku dari penulis favorit sahabat kita yang dia ingin beli namun sulit mendapatkan nya. Bisa juga kita mengirimkan oleh-oleh yang memang ingin kita beli untuk dia ketika kita sedang berlibur.
Ingat, mengirim hadiah bisa kita lakukan selama kita mampu secara finansial dan waktu, terlebih lagi kita memberi nya dengan ketulusan hati kita.
4. Temui sahabat selagi ada kesempatan
Yang dimaksud dari poin di atas yaitu ketika kita dan sang sahabat memang sedang berada di kota yang sama. Misalnya, ketika sang sahabat sedang tinggal di Semarang karena pekerjaan dan kita kebetulan sedang berlibur ke kota yang sama.
Sempatkan waktu untuk kita bisa bertemu dengan sang sahabat. Sesuaikan kapan waktu yang tepat dan tempat yang pas untuk pertemuan tersebut. Jangan lupa untuk berswafoto dengan sang sahabat ketika bertemu nanti!
Satu hal yang perlu kita ingat, kita tidak bisa mengendalikan perjalanan kehidupan orang lain, termasuk perjalanan kehidupan sahabat kita. Meski begitu, persahabatan yang bisa terus berjalan di saat harus terpisahkan jarak dan waktu perlu diusahakan. Usaha tersebut harus datang dari dua pihak.
Semoga saran-saran di atas dapat menjadi sebuah masukkan dan bisa kita terapkan dalam kehidupan relasi kita dengan sahabat kita.
Terima kasih sudah menyempatkan untuk membaca! Sampai bertemu di postingan berikutnya!


Bacanya sambil meneteskan air mata keingat ibu angkat yang hadir layaknya sahabat untukku
BalasHapus