Sekilas Memori Kuliner Tengah Malam Di Semarang

Satu piring berisi nasi diolah dengan santan, ditemani dengan beberapa lauk (ayam kampung, telur ayam, aneka sate), dan disiram dengan kuah berbumbu opor. Kurang lebih inilah gambaran satu piring nasi ayam khas Semarang. Makanan ini merupakan salah satu masakan dari Semarang kesukaan saya. 

 

Saya mulai mengenal makanan ini sejak ayah saya (yang kala itu bertugas di satu bank di Semarang) mengajak saya ke sebuah warung kaki lima. Warung kaki lima tersebut bernama Nasi Ayam Bu Sami. Ia berada di kawasan Simpang Lima, dekat dengan gedung sebuah pusat perbelanjaan yang bisa dibilang sepi pengunjung. 

Mengunjungi warung kaki lima tersebut menjadi salah satu destinasi perjalanan yang penting setiap saya pergi ke Semarang. Apalagi warung kaki lima ini memang salah satu warung kaki lima terkenal di Semarang. 

Harga untuk satu porsi nasi ayam pun sangat ramah di kantong, seharga Rp 12.000,00 (harga tersebut belum termasuk tambahan lauk/sate dan minuman).

Dua hal menjadi ciri khas dari warung kaki lima ini. Pertama, Ia buka dari jam 11 malam sampai jam 6 pagi. Karena jam buka warung di saat malam hari, banyak orang yang menyantap makanan saat Sahur di bulan puasa.  

Kedua, setidaknya ada lima baskom besar berisi macam-macam lauk untuk nasi ayam saat pemilik warung kaki lima dan beberapa karyawan nya sampai di tempat dan bersiap-siap. Ada baskom berisi ayam kampung, telur ayam, dan masih banyak varian lauk.

Lalu, apa spesial nya dari warung kaki lima ini?

Jika dilihat sekilas, sebenar nya tak ada yang spesial. Kita harus mengantri giliran untuk dilayani oleh pemilik warung kaki lima. Kita harus sigap ketika kita dilayani pemilik warung kaki lima yang selalu duduk di belakang baskom besar berapa porsi yang ingin kita pesan kepada nya.

 

Warung kaki lima ini bisa jadi bukan warung kaki lima bagi orang-orang yang tak suka keramaian. Kita harus pintar dalam mencari tempat duduk strategis untuk kita. Ada beberapa saat ketika sedang makan, tahu-tahu ada beberapa pengamen sedang berjalan mengitari tempat duduk para pembeli. 

Bila Anda tak suka menunggu lama untuk memesan ketika sedang ramai, warung kaki lima ini hanya akan membuat Anda merasa bosan.

Soal rasa pun, saya hanya bisa berkata perpaduan antara rasa gurih nasi dengan rasa dari lauk-lauk dapat menyatu dengan pas. Saya tak ingin menaikan harapan pembaca dan malah berbeda kesan ketika mengunjungi nya.

Meski begitu, warung kaki lima ini jadi sebuah tempat ajaib bagi saya. Banyak orang rupanya masih mencari makanan yang bisa mereka santap pada jam tidur. Beberapa pengunjung datang dari daerah di luar Semarang. 

Mereka—para pengunjung—sangat menikmati waktu selama berada di warung kaki lima ini. Dari memesan makanan dan minuman untuk mereka santap, saling bercakap satu sama lain, sampai membayar pesanan mereka.

Selain melihat beragam pengunjung warung kaki lima, para pelayan warung kaki lima memberikan pelayanan yang cukup ramah ke setiap pengunjung. Ada beberapa pelayan berusia muda yang membantu para pelayan berusia lanjut. 

Ada kala nya beberapa pelayan warung menawarkan baki-baki berisi banyak sate ke para pengunjung. Ada juga yang membantu para pengunjung memesan minuman mereka.

Ada satu pengalaman saya berkaitan dengan warung kaki lima ini. Saat saya berulang tahun ke 25 tahun, keluarga mengajak saya pergi ke sana tepat pukul 12 malam. Kala itu, rasa nya tepat sekali memulai hari sebagai seseorang berusia setengah abad di warung kaki lima favorit. Sampai-sampai saya video call kakak lelaki saya dan menunjukkan piring nasi ayam kepada nya.

Pengalaman-pengalaman yang tertulis di sini hanya sebuah pengamatan yang berasal dari saya. Dari penilaian saya sendiri, makanan ini bisa menjadi sebuah pilihan tujuan wisata kuliner di Semarang. Semoga Anda mengalami pengalaman baik selama menyantap nasi ayam ini!


Terima kasih sudah menyempatkan untuk membaca! Sampai bertemu di postingan blog berikutnya!

Komentar

  1. Baiklah, aku akan mencobanya kalau aku pas ke Semarang. Mari kulineran ke Semarang.

    BalasHapus
  2. makan di kaki lima, emang ga ada matinya. suasana ramai buat makan makin nikmat

    BalasHapus
  3. wih ngiler membayangkan nasi ayamnya.. walau malam hari bukanya tetep antriii panjang ya. keren.. tengkyu infonya kak

    BalasHapus
  4. Warung kaki lima memang punya nuansa tersendiri.

    BalasHapus
  5. Jadi ingat liburan ke Semarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer