Kegiatan Menegangkan Yang Disukai
Kalau saya boleh jujur, merangkai sesuatu bukan sesuatu yang saya memang ahli membuatnya. Apalagi di dalam hal membuat rangkaian bunga.
Terlebih lagi, menjadi seorang florist.
Perjalanan awal saya menjadi perangkai
bunga dimulai secara tidak sengaja. Seorang teman baik mau menerima saya
menjadi florist di dalam usaha kecilnya.
Perlahan demi perlahan, saya mulai mendalami dunia merangkai bunga ini. Saya memiliki sebuah privilege dari ayah saya menyekolahkan di sebuah akademi merangkai bunga di Jakarta.
Di sekolah tersebut, saya belajar segala teknik merangkai bunga, bagaimana menentukan harga sebuah rangkaian, dan bertemu dengan orang-orang sangat berpengalaman di dunia florist.
Apakah saya selalu menyukai proses belajar menjadi seorang florist?
Jawabannya: Ada kalanya iya, ada juga kalanya tidak.
Yang menyenangkannya:
Melihat banyak kreasi rangkaian yang
cantiknya minta ampun. Dari warnanya, bentuk rangkaian, sampai langkah-langkah
membuat rangkaian.
Yang tidak menyenangkannya:
Membuat rangkaian tersebut sendiri dan dari proses awal. Ada saja yang salah. Salah memotong busa bunga, lah. Tak tahu tinggi/rendah nya bunga dan daun di dalam rangkaian bunga. Banyak menghabiskan kertas pembungkus bunga karena belum bisa bungkus bunga yang benar.
Bahkan,yang terbaru, saya sedang hiatus dari dunia ini. Jujur saya, saya belum percaya diri akan rangkaian bunga yang saya buat. Saya masih belum berani menerima kritik tajam maupun penunjukkan akan rangkaian bunga saya.
Rangkaian bunga saya masih perlu
banyak sekali peningkatan.
Meski begitu, apakah saya mau keluar saja dari dunia merangkai bunga ini?
Saya belum ada pikiran ke arah sana.
Mengapa?
Karena saya memilih lebih baik saya
bersusah payah membuat sebuah rangkaian bunga daripada bersusah payah mengolah
data (soalnya kemampuan matematika saya jelek banget, hehe).
Karena di dalam merangkai bunga itulah saya punya waktu untuk berdiam diri dan melatih ketenangan di dalam hidup saya.
Mungkin jalan saya menjadi seorang florist masih sepanjang jalan tanpa ujung, tapi lebih baik demikian. Itulah mengapa saya menyebut perjalanan karir ini sebagai “Kegiatan menegangkan yang disenangi”
Oh ya, nama toko florist saya itu Florist of Grace (Instagram: @floristofgrace). Tokonya masih kecil banget. Silakan mampir di Instagram. Saat ini baru bisa melayani pesanan di Jakarta. Kalau ingin dibuatkan, silakan hubungi lewat dm Instagram ya!
Terima kasih sudah menyempatkan untuk membaca!
Kalau kalian ada cerita tentang sebuah kegiatan yang masih ingin kalian lakukan meski rintangannya banyak, sila menulis cerita di kolom komentar ya!

Keren kak 💐🌺
BalasHapuswahh. pengen juga nih suatu hari belajar merangkai bunga. kayaknya seruu, apalagi pakai bunga asli, lalu disimpan sampai berubah menjadi bunga kering.
BalasHapus