Kacaunya Perjalanan!
Sesuai yang saya janjikan kepada kalian (pembaca blog ini), saya ingin merangkum cerita perjalanan saya selama mengelilingi Belanda sampai kembali ke Indonesia. Lebih tepatnya, awal perjalanan ini. Saya menamakan postingan ini, "Suka Duka Jalan Di Negeri Keju Dan Cokelat"
Perjalanan dimulai dari tanggal 19 April 2024. Seharusnya, pesawat yang saya tumpangi bersama ayah-ibu-sepasang suami istri-satu orang teman ayah berangkat menuju Dubai pada pukul 00:45. Namun, pesawat tersebut rupanya belum sampai Jakarta. Saya pun baru tahu kalau Uni Emirat Arab sedang mengalami banjir dari tanggal 16 April. Kondisi tersebut sangat mempengaruhi kinerja maskapai pesawat terbesar di sana. Saya dan rombongan baru bisa naik pesawat dari Jakarta ke Dubai sekitar pukul 11 siang pada tanggal 20 April 2024.
Petaka pertama baru dimulai ketika semua penumpang Jakarta - Dubai mendarat di Bandara Internasional Dubai. Rombongan saya rupanya harus ke counter bagian connection flight, dan demi apapun, saya gak mau lagi haru mengalami seperti ini. Kekacauan ini sama dengan apa yang terjadi di Jakarta: Dampak banjir di Uni Emirat Arab! Bahkan, saya tak terpikir untuk memotret banyak-banyak betapa kacaunya antrian para penumpang demi mendapatkan kejelasan apakah mereka bisa pergi menuju tujuan perjalanan mereka atau tidak.
Masih sangat melekat bagaimana rombongan saya membagi strategi supaya bisa mendapat antrian menuju loket dan dilayani oleh staf maskapai tersebut. Terlebih lagi, saya masih ingat kalau hanya ada satu staf di loket bagian sebelah kanan untuk melayani setidaknya ratusan calon penumpang!
Jadwal penerbangan pada tanggal tersebut banyak terdampak akibat musibah ini. Misalnya, penerbangan dari Dubai ke London yang seharusnya terbang di tanggal 20 hanya bisa dilakukan tanggal 27 April. Salah satu penumpang dari Indonesia kami temui bercerita kalau dirinya tertahan di bandara selama 4 hari sebelum bisa pulang ke Jakarta!
Kami pun juga tak jauh beda nasibnya. Kami baru bisa terbang ke Amsterdam pada tanggal 27 April. Padahal, kami sudah memiliki itinerary sendiri selama kami di Belanda dari tanggal 20 April! Kami semua awalnya bingung. Apa iya harus menetap di Dubai selama satu minggu? Masa iya semua pesanan hotel dan tempat wisata di Belanda hangus begitu saja?
Maskapai ini sempat menawarkan kalau kita terbang dulu ke Brusel atau Vienna di tanggal 23 April. Tentu saja kami tidak memilih opsi tersebut! Akhirnya mereka menawarkan kalau kami bisa berangkat ke Amsterdam pada tanggal 20 April, namun kami harus membeli kursi di kelas bisnis. Kami semua terkejut, terlebih saat tahu harga tiketnya jauh lebih mahal dari tiket kelas ekonomi!
Mau tak mau, kami ambil saja tiket kelas ekonomi. Kami pikir, pelayanan yang kami dapat sudah terbaik. Saya pribadi mengakui betapa takjubnya diri ini akan pengalaman enam jam duduk seorang diri dengan kursi bisa berubah menjadi kasur. Serasa memiliki kamar kos. Televisi pun bisa dinikmati karena berukuran besar. Ternyata, lagi-lagi kami salah.
Rupanya begitu kami mendarat di Bandar Udara Schiphol (Schiphol Airport) dan berada di area conveyor belt, koper-koper kami tidak lengkap! Dari sekitar 7 koper milik kami, hanya terdapat 1 koper! Alhasil, kami urus di loket perwakilan bandara di Dubai yang ada di bandara. Setelah itu, kami keluar dari bandara dengan rasa bingung ada di mana koper-koper kami. Tiga hari berikutnya, koper milik ayah-ibu-saya bisa ditemukan. Total ada 3 koper dan 1 tas kecil. Bahagia sekali rasanya! Akhirnya, bisa juga menghabiskan beras Fukumi dan abon sapi! Sayangnya, dua koper milik kedua teman ayah saya baru ditemukan setelah kami selesai melakukan perjalanan ini.
Baik, sekian cerita singkat namun tak singkat ini. Saya akan ceritakan lagi cerita perjalanan saya di post saya berikutnya!
Ngomong-ngomong, kalian ada pengalaman tidak menyenangkan selama pergi berlibur? Sila cerita di komen!






Whoaa a world traveler is heree. Ditunggu kelanjutannya yaa kak :D
BalasHapusTerima kasih, kak!
HapusAn unpredictable journey, sulit untuk dijalani tapi seru untuk diceritakan.
BalasHapus