Hampir Diseruduk Fans Bola!

Postingan ini adalah postingan kedua dari "Suka Duka Jalan Di Negeri Keju dan Cokelat" masih menceritakan pengalaman selama berada di Belanda dan Belgia. Salah satu kejadian tak mudah terlupakan karena hampir menjadi sasaran empuk bagi sebuah kelompok akibat memakai sebuah barang. 

                 Maaf ya bikin kaget hehehe 

Jadi begini ceritanya.

Hari minggu tanggal 21 April 2024 kemarin, rombongan kami jalan-jalan di kota Rotterdam sebentar sebelum menuju ke sebuah kota bernama Kinderdijk. Kita bisa melihat rumah-rumah tradisional dengan kincir angin sama seperti di Zaanse Schans.

 
 
Sepulang dari kota tersebut, kami kembali ke Rotterdam. Kami mengunjungi satu area terkenal akan bentuk rumah nan unik bernama Kijk-Kubus Museum House. Setiap rumah di sana terdiri dari tiga lantai. Lantai kedua dan ketiga berada di dalam bagian rumah berbentuk kubus. Sayangnya, tidak mudah untuk melihat secara langsung bagian per bagian rumah, karena bangunan tersebut adalah tempat tinggal yang tak semua orang boleh masuk. 

 

Cuaca kala hari itu termasuk dingin. Saya memakai sebuah topi kupluk warna hitam dan berlogo kota Amsterdam (karena saya hanya punya topi itu tersimpan di rumah) selama satu hari tersebut. Saya sempat meminjamkan topi itu ke ibu saya karena beliau sempat merasa dingin saat di Kinderdijk. Tidak ada masalah selama mengitari Kinderdijk-Rotterdam. 

Itu topinya (yang dipakai Ibu saya)
 
 
Kejadian unik nan menyeramkan buat saya baru terjadi saat saya naik kereta trem dari Rumah Kubus sampai Stasiun Kereta Metro di Rotterdam. Rupanya hari minggu waktu itu ada pertandingan sepak bola antara Rotterdam Feyenoord dengan NEC. Di dalam kereta trem yang saya tumpangi, hampir semua penumpangnya adalah para suporter Rotterdam Feyenoord. Sudah bisa ditebak apa yang terjadi. Ada yang menyanyikan yel-yel, bersorak saat kereta berhenti di dekat hotel tempat para pemain menginap, dan banyak yang bersorak-sorak. Saat saya berserta rombongan saya akan keluar dari kereta trem, tiba-tiba ada dua orang melihat ke topi saya lalu kurang lebih mereka berkata dalam Bahasa Belanda, "Oh bukan, itu lambang kota Amsterdam."
 
Alhasil, saya seketika merasa takut. Cepat-cepat saya balik topi saya begitu keluar dari kereta dan memakainya seperti gambar pertama di post ini. 
 
Mungkin saya tak bisa menggambarkan situasi mencekam yang saya rasakan seperti apa. Namun, saya bisa memberi sedikit ilustrasi bagaimana rasanya. Anggap saja kalian tak sengaja memakai baju dengan satu motif apa saja dan berwarna jingga, lalu berada di dalam satu area para pendukung Persib Bandung. 
 
Kurang lebih itu rasanya.
 
Saya pun baru tahu kalau ternyata tim sepak bola Ajax Amsterdam dan Rotterdam Feyenoord saling bermusuhan. 

Akhirnya, selama saya di Rotterdam, saya tak berani memakai topi kupluk itu dengan posisi benar. Gak apa-apa deh ibu saya bilang seharusnya saya gak perlu takut. Daripada jadi sasaran empuk! Hiiiiiiii


Sekian cerita dari saya. Terima kasih sudah mau membaca blog saya!

Oh ya, kalau ada cerita kurang lebih sama dengan saya, silakan cerita di kolom komen! Jangan lupa follow blog ini!

Terima kasih!


Komentar

Postingan Populer