Ibarat Berkendara, Usai Sudah (?)
Tak perlu ada pertanyaan lagi tentang perjalanan asmara yang belum terjadi ini. Rasanya, lagi-lagi aku gagal.
Perjalananku kali ini bagai mengendarai sebuah mobil Formula 1 dan sedang melintasi sirkuit dengan lintasan Drag Reduction System (DRS). Mengenal nama dari sosok lelaki pemikat hati itu bagai melintasi lintasan lurus tersebut. Kemudian, aku berjalan ke tikungan-tikungan berikutnya: menjadi teman dari sosok tersebut. Seperti menyapanya setiap kali melihat sosoknya. Mendengar ceritanya kala aku duduk di sebelahnya. Meluangkan waktu duduk di satu komunitas yang kebetulan dirinya dan diriku ikuti sanggup aku lakukan.
Adakah aku menemui kesulitan saat menjalin pertemanan dengannya?
Tentu saja ada.
Dia irit bicara padaku. Sikapnya sangat hati-hati setiap bersamaku.
Belum lagi langkahku “disalip satu atau dua mobil”. Ada yang mengajaknya bercanda dan dia menanggapinya. Tidak hanya itu, dia terlihat tak apa-apa saat ada yang menyentuh tangannya atau pundaknya.
Lambat laun aku berpikir, apakah perjalananku sudah dinyatakan ‘Did Not Finish’ (DNF)?
Semua komponen mesin di mobil semakin panas. Namun, lelaki itu masih juga tampak seperti membenci keberadaanku. Lama-lama, tikungan demi tikungan mulai beri rasa lelah kepada kedua tanganku yang memutar setir mobil.
Menurut kalian, apakah aku benar-benar gagal?

Tancap gas, dahului dia, tinggalkan dia, dan buktikan siapa pemenangnya.
BalasHapusTerima kasih sarannya!
Hapus