Patah Hati Lagi? (Prosa)
Perasaan di dalam diri kita terkadang hanya ingin didengar dan dipahami, meskipun pengungkapannya suka tak masuk di akal kita.
Seperti itulah ilham mampir di dekatku kala berdiri di peron kereta rel listrik. Dia berdiri tepat di koper yang ada di sisi kanan tubuhku.
Tak ada kata-kata sebagai tanda dia bicara kepadaku. Namun, aku tahu dia sedang menyentuh hati aku--sudah terbagi dua.
"Patah hati lagi?" Tanya sosoknya lewat tulisan di kertas dan terlihat ada di depan wajahku.
"Kamu tak perlu berkata apa-apa, izinkan aku menemanimu, ya?"
Tulisan demi tulisan sosok ilham itu berbincang kepadaku.
"Kasih, kamu masih ingin meraih cinta nun jauh di sana, sampai kamu rela naik kereta, tapi kamu terlupa sesuatu. Coba lihat kedua tanganmu."
Kedua bola mataku mengarah ke kedua tanganku.
Ada bola-bola seukuran bola gacha memenuhi kedua tanganku.
"Ini apa?" Tanyaku kepada sosok itu.
"Ini adalah bola-bola cinta yang sebetulnya sudah kamu miliki sejak lama. Bahkan, bola-bola ini ada namanya."
Satu per satu bola aku lihat dan betul ada namanya.
Tuhan. Ayah. Ibu. Kakak. Kakak. Kakak. Kakak. Anjing. Anjing. Anjing. Teman-teman. Sahabat-sahabat. Pecinta Mobil Cepat.
Takjub aku dibuat saat melihat sekumpulan bola plastik, sampai-sampai kedua tanganku mulai tak sanggup menanggung bola-bola ini.
Di saat itu juga sosok itu memberi aku sebuah keranjang parsel buah dan berkata, "Waktu aku sudah tak banyak, kasih. Diriku hanya punya satu pesan: Tak apa kamu merasa patah hati dan bola-bola ini bisa menyembuhkan hatimu dari patahan ini."
Sesaat aku menerima keranjang parsel buah itu, aku kembali lagi pada realita. Orang-orang ke sana dan ke mari, kereta melintas seperti biasa.
Namun, aku merasakan patahan pada hati mulai tertutup.


saat patah hati, kecewa dan merasa sendiri. Orang orang terdekat, teman dan keluarga bisa jadi support yang dibutuhkan. tapi kadang, banyak yang hanya fokus pada cinta yang pergi, alih-alih cinta yang sedari awal membersamai. tulisannya bagus, mengingatkan untuk lebih menyadari cinta kasih dari orang-orang terdekat.
BalasHapus